by

Jokowi : Setiap Desa Semestinya Punya Strategi Pengendalian COVID-19

Hallo.id, Jakarta – Presiden Joko Widodo mengingatkan bahwa kebijakan pemerintah daerah harus sejalan dengan pemerintah pusat. Hal ini sangat diperlukan di tengah serangan pandemi virus corona (COVID-19) di Indonesia.

Jokowi meminta setiap kepala desa semestinya memiliki tempat isolasi mandiri. Selain itu perangkat desa juga harus menyiapkan jaring pengaman sosial atau bantuan sosial bagi warganya yang terdampak.

“Sehingga memang ini bekerja dari pucuk paling atas sampai paling bawah. Pegangannya 1, UU [undang-undang],” kata Jokowi dari pulau Galang, Kepulauan Riau, Rabu (1/4/2020).

BACA JUGA :  Jumlah Limbah Medis, Mencapai Hampir 1663 Ton, Apa yang Harus Dilakukan

Menurut Jokowi, sejauh ini belum ada kebijakan daerah yang melenceng jauh dari pusat. Bahwasannya ada pembatasan sosial dan pembatasan lalu lintas menjadi wajar karena kelapa daerah ingin mengontrol pengendalian COVID-19 di wilayahnya masing-masing.

Namun, Presiden mengingatkan jangan ada keputusan besar yang bertentangan dengan kebijakan pemerintah pusat. “Misalnya karantina wilayah dalam cakupan gede, atau yang sering dipakai lockdown,” katanya.

Menurut Jokowi, lockdown memiliki pengertian bahwa setiap masyarakat tidak diizinkan keluar rumah. Transportasi, baik pribadi maupun umum pun tidak diperbolehkan untuk melintas di jalan raya.

BACA JUGA :  Jokowi Lantik Tiga Pasang Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih di Pulau Sumatera

“Kan kita tidak mengambil jalan yang itu. Kita tetap aktivitas ekonomi ada, tapi masyarakat kita semua harus jaga jarak aman, social distancing, physical distancing itu yang paling penting,” kata Presiden.

Jokowi juga kembali mengingatkan bahwa kedisplinan menjadi kunci untuk mengendalikan penyebaran virus corona. Bila setiap warga menjaga jarak aman, membiasakan rajin cuci tangan, dan mengurangi menyentuh bagian wajah, maka penularan virus akan terkendali.

BACA JUGA :  Masih Status Level Siaga, Gunung Merapi Dua Kali Meluncurkan Awan Panas Guguran

Saat ini sebanyak 202 negara di dunia telah terinfeksi virus corona. Secara global, jumlah pasien telah mencapai lebih dari 800.000 orang.

Setiap negara memiliki kebijakan masing-masing sebagai upaya pengendalian virus. “Kita tentu menyesuaikan dengan kondisi yg ada di negara kita. baik geogagrafis, demografis, karakater budaya, kedisiplinan, dan juga kemampuan fiskal kita,” katanya. (kab) #mediamelawancovid19

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.