by

Tidak Urgen, KAHMI Desak Pemerintah Batalkan Pelatihan Prakerja

Hallo.id, Jakarta – Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) mendesak pemerintah untuk membatalkan program kartu Prakerja yang anggarannya mencapai 20 trilyun, yang di antaranya sebesar Rp5,6 trilyun digunakan untuk pelatihan daring.

Dalam siaran pers yang ditandatangani Kordinator Presidium Kahmi Herman Khoeron dan Sekjen Manimbang Kahariady Rabu (22/4/2020), KAHMI  menilai, penggunaan APBN yang sangat besar untuk pelatihan berbasis daring sangat tidak relevan dan tidak memiliki urgensitas, disaat segenap elemen bangsa sedang memberi atensi dan fokus mencegah seberan wabah pandemik virus corona (Covid-19) dan dampaknya terhadap ketersediaan dan keterjangkauan pangan masyarakat.

“Karena itu, MN KAHMI meminta dana yang sangat besar tersebut dapat diarahkan utk membantu ketersediaan alat kesehatan dan mendukung pengadaan pangan yang semakin dibutuhkan dalam beberapa waktu kedepan. Ini lebih mendesak dan lebih dibutuhkan, daripada memaksakan pelatihan online saat ini,” kata Manimbang.

Kedepan, katanya, program pelatihan prakerja dikaji ulang secara komprehensif, transparan, efisiensi dan tepat sasaran, serta diselenggarakan oleh lembaga /instansi yang kredibel, agar terhindar dari konflik of interest, menguntungkan pihak atau kelompok tertentu, dan berpotensi merugikan keuangan negara.

Organisasi para alumni HMI ini mengingatkan pemerintah beserta seluruh jajarannya agar lebih empati terhadap kebutuhan mendesak di masyarakat akibat dampak pandemik Covid-19, serta segara melakukan langkah nyata antisipasinya.

Selain itu, MN KAHMI juga mendesak DPR RI utk menggunakan kewenangan yang dimilikinya agar melakukan pengawasan maksimal, agar penggunaan APBN yang tidak efektif dan efisien dapat dicegah sedini mungkin.

“MN KAHMI mengingatkan para pejabat publik, yang memiliki otoritas agar dalam setiap menetapkan kebijakan dan program, benar-benar memastikan urgensi dan signifikansinya bagi kemaslahatan dan kepentingan rakyat,” kata Manimbang.

Terakhir, ormas yang dihuni dari berbagai macam profesi ini mengajak segenap komponen bangsa untuk menguatkan kebersamaan, mengerahkan segenap sumberdaya dan potensi yang dimiliki untuk membantu penanganan dan pencegahan Covid-19 beserta dampaknya. (haj)