by

Kampung Kembar Malaka Jaya Bagikan 1.600 Paket Daging Kurban

Hallo.id, Jakarta Timur –Panitia Kurban hari Raya Idul Adha RW 03 Malaka Jaya, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur melaksanakan potong hewan kurban sebanyak 18 ekor sapi dan 30 ekor kambing, Sabtu (1/8/2020).

Pemotongan hewan kurban telah mendapat izin Lurah Malaka Jaya yang dilakukan di halaman masjid Al Mujahidin dengan disaksikan terbatas oleh wakil pekurban pada saat pemotongan hewan kurbannya masing masing.

Turut hadir pada saat pemotongan hewan kurban pertama Ketua Dewan Kemakmuran Masjid Al Mujahidin Supantja Sulaiman, Sekretaris RW 03 Malaka Jaya, Djalil, dan Anggota LMK Malaka Jaya M Zainudin.

Ketua Panitia Yhonna Ferry menjelaskan untuk suksesnya pemotongan hewan kurban sebanyak itu dikerahkan 15 orang tukang jagal.

“Pemotongan mulai jam 7 pagi. Makanya para tukang jagal itu semalam menginap di sini,” kata Yhonna Ferry.

Sebelum jam 17.00 telah selesai pembagian 1.600 paket daging kurban kepada para mustahiq maupun para pekurban yang diantarkan oleh para pemuda pemudi Karang Taruna RW 03 Malaka Jaya yang dikenal sebagai Kampung Kembar.

“Kali ini kerja panitia cukup cepat. Sebab sistem pemotongannya langsung dikuliti. Setelah itu baru memotong hewan lainnya lagi. Dari pengalaman para jagal, bila dikulitinya menunggu lama maka kulitnya jadi lengket,” kata Ustadz Basuki Sudarwo M.Ag, yang dikenal sebagai kakek yang bercucu kembar.

Mengapa Namanya Kampung Kembar?

Penasehat RW 03 Malaka Jaya H Setiyoko yang juga mengasuh sepasang anak kembar Riko dan Riki juga mengakui efektifitas sistem pemotongan seperti itu.

Anak dan orang kembar di RW 03 pernah mencapai 17 pasang. Makanya sejak tahun 2014, RW 03 Malaka Jaya mendapat julukan Kampung Kembar.

Istilah itu mulanya digagas oleh Suprihardjo wartawan Suara Karya dan Ichsan wartawan Hallojakarta.com (Hallo Media Network) yang kemudian di populerkan oleh H. Chotim wartawan Harian Pos Kota

Kini orang kembarnya tinggal 13 pasang, antara lain Fina – Fani, Robigh – Firly, Riko – Riki, Eva- Evi serta Pujo dan Tomo.
Secara kebetulan kini kampung kembar Malaka Jaya mempunyai Lurah orangnya kembar yaitu Hardi Putra.

Sedangkan saudara kembarnya bernama Hary Putra juga menjabat Lurah di Karet Tengsin, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

“Fenomena banyak anak kembar ini menggugah saya untuk mencari data orang kembar lagi di seluruh Jakarta Timur”. kata H Suprihardjo wartawan senior yang juga anggota pengurus RW 03 Malaka Jaya.

“Namun kata Kepala Sudin Dukcapilnya Abdul Haris tidak ada sistem pencatatan anak kembar pada akte kelahiran,”tambahnya. (ichsan)