by

Hanya Karena Alasan Ekonomi, Risma Tidak Mau Lockdown Surabaya

Hallo.id, Surabaya – Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya menegaskan, langkah pencegahan penyebaran COVID-19 hanya dengan imbauan penerapan protokol pencegahan, tidak sampai me-lockdown (mengisolasi) Surabaya.

“Saya tadi sampaikan, bahwa lockdown enggak akan. Makanya yang kita lakukan pencegahan ini membuat protokol. Soalnya ekonomi bisa collapse (runtuh), itu jauh lebih berat. Ya, kan tidak semua orang pendapatannya bulanan, ada yang harian, itu kan bahaya,” ujarnya setelah rapat koordinasi penanganan COVID-19 di Pemkot Surabaya, Senin (16/3/2020).

BACA JUGA :  Lima Gerai Restoran Cepat Saji McDonald’s Ditutup Pemkot Semarang, Minimal 2 Hari

Salah satu pertimbangan Risma, karena tidak semua masyarakat Surabaya memiliki penghasilan bulanan. Ada yang mendapatkan penghasilan harian. Kalau lockdown diterapkan, mereka akan terdampak.

BACA JUGA :  322 Kasus Baru Positif Covid-19 di Bangkalan Selama 14 Hari, Ini Pemicunya

Opsi lockdown agar tidak diambil juga sempat disampaikan perwakilan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja (APPBI) saat rapat koordinasi. Dia meminta Risma tidak sampai mengambil kebijakan menutup mal.

“Karena banyak karyawan yang menggantungkan hidupnya di Mal,” ujarnya.

APPBI memastikan, seluruh pengelola mal dan tempat belanja di Surabaya sudah menerapkan protokol pencegahan yang jelas. Salah satunya menyediakan hand sanitizer di berbagai tempat.

BACA JUGA :  Strain Baru Hasil Inovasi Riset Kemen KKP, Ini Manfaat dan Keunggulannya Ikan Mas Mustika

Tidak hanya itu, APPBI juga sudah meminta pengelola mal membatasi jumlah pengguna lift hanya enam orang. Termasuk membersihkan tempat-tempat yang berpotensi penularan secara berkala setiap harinya. (sua)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.