by

Belum Untungkan Rakyat, Kartu Kerja Dinilai Cuma Untungkan Vendor

Hallo.id, Jakarta – Realisasi Program Kartu Prakerja melalui pelatihan daring dengan melibatkan vendor mendapat sorotan sejumlah kalangan. Pelatihan daring ini pun dinilai hanya menguntungkan vendor platform pelatihan daring tertentu.

Padahal, menurut Ketua Kelompok Fraksi Komisi VII DPR RI, Syaikhul Islam, yang lebih dibutuhkan masyarakat di tengah pandemi Covid-19 adalah bantuan langsung yang bersifat tunai. “Bukan pelatihan yang tidak jelas,” ujar dia, dalam keterangannya, Kamis (16/4/2020).

Di menegaskan, pelatihan ini tidak memberikan manfaat langsung kepada rakyat. Kecuali yang dimaksud dengan rakyat itu adalah vendor-vendor pelatihan itu sendiri.

Syaikhul anggota DPR-RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa mengapresiasi niat pemerintah untuk memberikan bantuan melewati Program Kartu Prakerja ini, tetapi karena dinilai tak bermanfaat di tengah wabah seperti sekarang ini, dia  menyarankan sebaiknya  ditarik saja. “Gunakan anggarannya untuk BLT yang jelas manfaatnya,” ujar dia.

“Pemerintah mengapresiasi antusiasme yang besar masyarakat terhadap program Kartu Prakerja,” katanya dalam keterangan pers daring di Jakarta, Kamis.

Pemerintah menutup pendaftaran untuk gelombang pertama Kartu Prakerja pada Kamis ini pukul 16.00 WIB dengan angka mencapai 5.965.048 pengguna. Pendaftaran sendiri dibuka sejak diluncurkan pada Sabtu (11/4/2020).

Dari jumlah pendaftaran itu, pemerintah kemudian melakukan verifikasi email, Nomor Induk Kependudukan (NIK), dan proses lanjutan melalui kementerian sehingga yang bergabung pada gelombang pendaftaran atau join batch pertama mencapai 2.078.026 pengguna. (emi)