by

Kemendag Fasilitasi Kerja Sama Perusahaan Australia dengan Eksportir Indonesia

Hallo.id, Jakarta – Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) bersama Kedutaan Besar RI Canberra, Konsulat Jenderal RI Sydney, dan Indonesian Ttrade Promotion Center (ITPC) Sydney memfasilitasi penandatanganan empat kontrak kerja sama perusahaan Australia dengan eksportir di Indonesia yang dilakukan secara virtual, hari Rabu (20/5/2020).

“Implementasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA−CEPA) adalah momentum yang ditunggu oleh pebisnis di kedua negara. Sebagai Negara bertetangga, Indonesia−Australia saling bergantung satu sama lain. Selain itu, ini adalah kesempatan Indonesia untuk melakukan penetrasi pasar ke Australia,” ujar Plt Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kasan Muhri.

Keempat kontrak kerja sama (MoU) yang ditanda tangani hari ini adalah MoU antara Livingstone International Pty Ltd dengan PT Asia Cakra Ceria senilai USD 1 juta untuk produk celemek dan variannya, ponco dan variannya, sarung tangan polietilen, serta penutup sepatu; Livingstone International Pty Ltd dengan PT Amarilys Karisma Gemilang senilai USD 340.000 untuk produk pot sampel dengan tutup berlabel yang dapat dipisahkan dan plastik daur ulang bening; Bakso Rawit Pty Ltd dengan Gula Merah Lombok (UKM) senilai AUD 54.432 untuk produk gula merah; serta Uniair Cargo Australia dengan PT Legato Global Anextama senilai AUD 24.720 untuk produk kotak
karton bergelombang.

Menurut Kasan, kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan pemerintah Indonesia dalam menjawab harapan dan antusiasme kalangan dunia usaha Indonesia dan Australia menjelang implementasi IA-CEPA yang akan berlaku pada tanggal 5 Juli 2020.

Duta Besar RI untuk Australia merangkap Vanuatu, Kristiarto Legowo, menekankan pentingnya semangat solidaritas dan kebersamaan dalam menyikapi tantangan bisnis di masa pandemi COVID-19. “Pemerintah RI senantiasa hadir untuk mendukung kalangan dunia usaha dan
mendorong kegiatan bisnis kedua negara secara lebih optimal, khususnya dalam rangka meningkatkan akses pasar produk-produk Indonesia ke Australia,” kata Kristiarto.

Pada kesempatan tersebut, Konjen RI New South Wales, Queensland dan South Australia, Heru Hartanto Subolo juga menyampaikan pembatasan jarak yang diterapkan oleh pemerintah Australia tidak menyurutkan langkah perwakilan RI di Australia untuk meningkatkan kesadaran kalangan bisnis Australia terhadap IA CEPA dan Indonesia.

“Penandatanganan kontrak kerja sama ini menunjukkan bahwa meski sedang dalam pandemi COVID-19 dengan penerapan kebijakan pembatasan aktifitas di kedua negara, kegiatan promosi dan fasilitasi perdagangan produk Indonesia terus dilakukan,” jelas Heru.

Plt Dirjen PEN menegaskan, jika terdapat kendala yang dihadapi kedua perusahaan dalam melakukan ekspor dan impor, Konjen RI Sydney dan ITPC Sydney akan membantu melalui berbagai pendekatan. Hal itu akan dilakukan secara virtual jika pertemuan secara langsung masih belum bisa dilakukan.

ITPS Sydney Ayu Siti Maryam menambahkan, perusahaan Bakso Rawit Pty Ltd dan Uniair Cargo Australia adalah perusahaan Australia yang merupakan peserta pelatihan ekspor impor yang diperuntukkan bagi diaspora Indonesia di Sydney, New South Wales dan Queensland. Pelatihan tersebut bekerja sama dengan Kemendag dan telah diselenggarakan pada Februari dan awal Mei lalu.

Ayu juga mengungkapkan, perusahaan Livingstone International Pty Ltd adalah salah satu distributor besar di Australia dan ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan Australia untuk mensupply produk-produk kesehatan. Sejak mengetahui adanya kesepakatan IA-CEPA yang akan
mengeliminasi seluruh tarif bea masuk produk Indonesia, Vice Presiden Livingstone Internasional, Ivan Paulus, mulai mengalihkan beberapa sumber pasokan produk impor dari Indonesia.

“Pot sampel yang diimpor Livingstone dari Indonesia nantinya akan dipakai oleh Mecca yang merupakan salah satu jaringan ritel kosmetik terbesar di Australia. Penandatanganan MoU antara Livingstone dengan Amarilys Karisma Gemilang ini menghasilkan lapangan pekerjaan baru bagi 50 orang,” kata Ayu.

Di samping itu, Atase Perdagangan KBRI Canberra Agung Wicaksono mengatakan, produk-produk Indonesia telah memenuhi ketentuan standar di Australia. Hal itu terbukti dengan meningkatnya berbagai kegiatan kontrak dagang dan semakin banyaknya produk-produk ekspor Indonesia yang masuk ke pasar Australia.

“Daya saing produk-produk Indonesia di pasar Australia tentu akan semakin meningkat nantinya dengan berbagai manfaat yang akan diperoleh dari IA−CEPA,” ungkap Agung.

Di sisi lain, pemilik usaha kecil menengah (UKM) produsen gula merah, Helmi, yang merupakan salah satu penandatanganan MoU menyampaikan antusiasme terhadap penyelenggaraan kegiatan ini.

“Hal ini sangat menggembirakan. Selain bisa mendapatkan buyer dari Australia, kami juga diberi bimbingan oleh Kementerian Perdagangan untuk belajar mendesain kemasan secara gratis,” tutur Helmi. (dag)