by

Kepolisian agar Tindak Tegas Begal dan Pelaku Kriminal di Masa Pandemi

-Hukum-58 views

Hallo.id, Jakarta – Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni merasa prihatin melihat kejahatan begal yang semakin nekat bahkan telah mengalami peningkatan dalam beberapa waktu di beberapa daerah. Hal ini terjadi seiring dengan diberlakukannya masa Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) di sejumlah daerah, sehingga kondisi jalan yang sepi karena mayoritas masyarakat tinggal di rumah masing-masing.

Ia pun menandaskan kepada Kepolisian agar tidak ragu-ragu untuk memberikan sanksi hukuman tegas para pekalu kriminal di masa pandemi. “Saya mendukung polisi untuk mengambil tindakan tegas. Masalahnya mereka bawa senjata tajam, terus terkenal sadis dalam melakukan aksinya, jadi kalau memang ketahuan dan kabur, ya kalau perlu tembak di tempat, ditembak saja,” tegas Sahroni dalam keterangan persnya, Senin (20/4/2020).

BACA JUGA :  Realisasi Belanja Negara sampai dengan 31 Januari 2021 Mencapai Rp145,8 Triliun

Sahroni menyampaikan tindakan tegas aparat Kepolisian terhadap pelaku begal perlu dilakukan, agar memberi efek jera kepada kawanan begal lainnya yang berniat untuk melakukan tindakan kriminal tersebut. Pasalnya kejadian ini sudah meresahkan masyarakat, bahkan memperkeruh keadaaan di masa pandemi Covid-19.

BACA JUGA :  DPR Minta agar Vaksin Nusantara Karya dr Terawan Diserahkan ke BPOM

“Saya mendukung sikap kepolisian yang berani menindak tegas para pelaku pembegalan langsung di tempat. Hal ini diperlukan untuk menjamin munculnya rasa aman di masyarakat,” saran Sahroni lebih lanjut. Politisi Fraksi Partai NasDem ini juga meminta jajaran Kepolisian memprioritaskan keamanan di lingkungan pemukiman masyarakat dan lokasi-lokasi yang dirasa rawan kejahatan.

Di masa penerapan PSBB keberadaan pelaku begal, dan tindakan kriminal lainnya sudah sangat meresahkan. Sahroni pun mengingatkan masyarakat agar selalu waspada, terutama jika sedang dalam perjalanan. Dia menegaskan bahwa tindak kriminal seperti begal bisa terjadi di mana saja dan mengancam siapa saja.

BACA JUGA :  PPKM Mikro Jakarta Diperpanjang Sampai 8 Maret, karena Mampu Tekan Covid-19

Sahroni pun menyarankan kepada masyarakat untuk tetap di rumah saja, tidak keluar kecuali dalam kebutuhan sangat mendesak. “Kalau bisa sih di rumah saja dulu, tapi kalau memang ada keperluan mendesak hingga harus ke luar rumah, mohon untuk selalu waspada,” imbuh legislator dapil DKI Jakarta III itu. (dpr)