by

Konglomerat Inggris, Richard Branson Jaminkan Pulau untuk Mencari Pinjaman

Hallo.id, Inggris – Sampai sejauh ini, pemerintah Inggris Raya dan Australia – tempat beroperasinya Virgin Atlantic dan Virgin Australia – belum sepakat untuk memberikan pinjaman agar kelompok bisnis tersebut tetap dapat beroperasi di masa depan.

Di Australia, perusahaan ini menyatakan tak sanggup lagi membayar berbagai kewajiban pada tanggal 21 April lalu, yang berarti menjadi maskapai besar pertama yang lumpuh di Asia-Oceania karena wabah corona.

“Ini bukanlah akhir dari Virgin Australia, tetapi sebuah permulaan baru. Kami akan bekerja siang malam untuk mewujudkannya,” kata Branson dalam cuitannya.

Di Inggris keadaannya berbeda. Meskipun perusahaan belum menyatakan diri bangkrut, keadaan keuangannya tidaklah sehat, sama seperti sebagian besar perusahaan lainnya di industri penerbangan.

Branson meminta bantuan pemerintah Inggris, tetapi banyak pihak mengecam permintaan tersebut.

Sejumlah pengkritik mengatakan Branson tidak menyelamatkan perusahaaan dengan menggunakan hartanya sendiri, yang diperkirakan majalah Forbes lebih dari US$4 miliar atau Rp60 triliun.

Virgin Atlantic, maskapai penerbangan yang ia dirikan pada tahun 1984 mengumumkan awal pekan ini, lebih dari 3.000 orang terpaksa diberhentikan. Namun dukungan dari pemerintah belum ada hasilnya sejauh ini.

Branson membela diri

“Banyak maskapai dunia memerlukan dukungan dunia, dan banyak dari mereka mendapatkannya,” demikian isi surat Branson kepada pegawainya.

Menjawab krtikan, Branson mengatakan hartanya diinvestasikan dan dia tidak memiliki dana segar, “yang ada di akun bank dan siap untuk ditarik.”

Branson membangun rumah keluarga di Necker, salah satu British Virgin Islands.
Branson juga menjawab kritik bahwa dirinya tinggal di tempat berpajak rendah dan tidak berhak mendapatkan bantuan karena tidak tinggal di Inggris dan tidak membayar pajak selama 14 tahun.

“Joan dan saya meninggalkan Inggris bukan karena pajak, tetapi karena kami mencintai Kepulauan Virgin Britania Raya (di Karibia) British Virgin Islands dan terutama Pulau Necker, yang saya beli saat berumur 29 tahun,” katanya.

“Kami kemudian membangun rumah keluarga disana. Bagian lain pulau dijadikan tempat bisnis yang mempekerjakan 175 orang,” kata Branson.

Karena itulah pulau ini dijadikan jaminan kepada pemerintah Inggris untuk mendapatkan pinjaman.

Mantan presiden Barack Obama berlibur di Pulau Necker.

Pulau Necker menjadi kerajaan pribadi Branson selama empat puluh tahun terakhir.

Setiap kali pulau ini rusak karena badai atau kebakaran, pengusaha ini menggunakan dananya sendiri untuk membangun kembali Necker.

Pulau tersebut menjadi tempat liburan musim panas eksklusif, dimana sewa kamar termurahnya US$15.000 atau Rp227 juta per tiga malam, demikian tertera pada situsnya.

Tempat itu mengorganisir berbagai hal, mulai dari turnamen olah raga sampai acara pribadi termasuk pernikahan, rapat pimpinan atau liburan.

Beberapa pengamat memandang ide menawarkan pulau tersebut sebagai jaminan merupakan cara untuk menawarkan harta milik yang paling berharga.

Ini bukan hanya nilai komersial pulau, tetapi juga ide tersirat bahwa pengusaha ini akan melakukan segala cara untuk memilikinya kembali.

Putri Diana dulu sering berlibur di Pulau Necker bersama anak-anaknya.

Branson memang sangat terpukul krisis karena kelompoknya menanam modal pada maskapai penerbangan, hotel dan kapal pesiar. Ini adalah sektor yang paling merugi karena wabah corona.

Tetapi kenyataan bahwa pulaunya dipandang sebagai tempat dimana taipan membayar pajak sangat rendah, juga tidak membantunya mendapatkan bantuan pemerintah saat ini.

Farhard Vladi, pengusaha yang menyewakan dan menjual pulau pribadi, mengatakan kepada Bloomberg bahwa di tahun 2017 nilai pulau tersebut adalah lebih dari US$100 juta atau Rp1,5 triliun.

Permintaan pinjaman Branson dari pemerintah Inggris adalah salah satu dari daftar panjang maskapai yang meminta bantuan.
Miliarder yang akan berumur 70 tahun di bulan Juli ini, menerima tamu-tamu seperti Barack Obama dan Putri Diana, selain sejumlah tokoh berpengaruh dan selebritas lainnya yang berlibur di sana.

Usaha Branson untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah Inggris merupakan satu dari daftar panjang maskapai yang meminta pinjaman di berbagai negara untuk menghindari kebangkrutan.

Industri penerbangan dunia adalah salah satu yang paling terkena dampak buruk wabah.

Jumlah penerbangan udara turun hampir 80% di tahun 2020 dan di sejumlah daerah hampir semua penerbangan sipil dihentikan untuk mencegah penyebaran virus.

The International Air Transport Association (Iata) memperkirakan setengah maskapai akan kehabisan likuiditas di bulan Mei atau Juni.
International Air Transport Association (IATA) atau Asosiasi Transportasi Udara Internasional memperkirakan setengah maskapai yang ada akan kehabisan likuiditas pada bulan Mei atau Juni, karena itulah perundingan untuk mendapatkan sumber daya dipercepat.

Saat ini terdapat sekitar 17.000 pesawat yang tidak diterbangkan di dunia, menurut Ascend by Cirium, perusahaan konsultan yang mewakili dua pertiga armada internasional. Demikian, seperti dikutip BBC.com (*/bbc)