by

Legislator Soroti Proses Hukum Dua Napi Terlibat TPPU Narkoba

Hallo.id, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI Habib Aboe Bakar Alhabsyi menyatakan Komisi III DPR RI akan terus mengawasi proses penegakan hukum terhadap kasus dua warga binaan (narapidana) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Banjar, Kalimantan Selatan, yang terlibat Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Narkotika dan Obat-obatan Terlarang (Narkoba). 

Terlebih, Badan Narkotika Nasional (BNN) sudah menyita aset dua warga binaan tersebut sampai dengan Rp 5,2 miliar. Hal itu dipaparkan Aboe usai mengikuti pertemuan Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi III DPR RI, di Kantor Kanwil Kemenkumham Banjarmasin, Kalsel, Senin (12/10/2020). 

“Kenapa hal ini bisa terjadi, bagaimana pengamanan dalam lapas. Apakah mereka juga bisa membawa alat komunikasi, sehingga bisa leluasa mengontrol perdagangan narkoba. Hal itu menjadi catatan kami untuk perbaikan ke depan,” ujar politisi Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) tersebut.

Selain itu, Aboe yang juga Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI ini  mengungkapkan ke depannya juga akan terus melakukan monitoring proses penegakan hukum dalam pengungkapan 300 kilogram sabu oleh Polda Kalsel. Di samping itu, Aboe mengapresiasi prestasi jajaran Polda Kalsel dalam memberantas tindak pidana narkoba tersebut. 

“Berbagai masukan masyarakat dan kasus yang sedang menjadi perhatian publik didiskusikan. Seperti, Komisi III mengapresiasi pengungkapan 300 kilogram sabu oleh Polda Kalsel sembari terus me-monitoring proses penegakan hukum berjalan dengan baik sesuai fungsi pengawasan Komisi III,” pungkas Aboe. (dpr)