by

Letkol (Purn) Helvis Nyatakan Said Didu Tidak Perlu Minta Maaf, Alasannya?

-Hukum-72 views

Hallo.id, Jakarta – Kuasa hukum M Said Didu, Letkol (Purn) Helvis menyatakan, kliennya sama sekali tak berniat menghina atau memfitnah Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.

Hal itu sebagaiman tertulis dalam klarifikasi yang ditulis kliennya pada 7 April 2020 lalu.

Demikian disampaikan Helvis kepada wartawan di Bedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (4/5/2020).

“‎Sama sekali Pak Said Didu tidak terbesit untuk menghina dan menyerang pribadi serta martabat Pak Luhut,” tuturnya.

Hal itu pula yang membuat kliennya tak mau menyampaikan permintaan maaf kepada Luhut.

“Makanya dia hanya buat klarifikasi. Kalau dia minta maaf, berarti Pak Said Didu ‎membenarkan melakukan penghinaan dong, pencemaran nama baik seperti yang dituduhkan,” kata Helvis.

Ia menjelaskan, dalam video Youtube dimaksud, kliennya datang karena diungdang sebagai narasumber yang kompeten.

“Pak Said Didu sudah sampaikan itu pilihan kebijakan. Ini kan konteksnya dialog,” katanya.

Helvis menambahkan, hal itu diperkuat dengan pernyataan penutup kliennya di akhir video.

Di mana Said mengimbau para pemimpin agar menyelamatkan masyarakat, bangsa dan negara.

“Di sana ada kritikan, tanggapan dan saran. Semuanya diserahkan ke publik karena itu diskusi publik tapi sifatnya terbatas,” sambungnya.

Kuasa hukum Said Didu, Letkol (purn) Helvin. Foto net

Atas dasar itulah, lanjut Helvis, secara pribadi klienya hanya membuat surat klarifikasi.

Bukan permintaan maaf seperti yang diinginkan Luhut sehingga berujung pada laporan polisi.

“‎Begini ya, sebenarnya kan klarifikasi sudah disampaikan,” ujarnya.

“Kalau misalnya dari Pak Luhut merasa itu belum sesuai harapan beliau ya hak Pak Luhut ‎sebagai warga negara untuk melaporkan ke polisi,” tuturnya.

Sementara, Helvis sendiri memastikan, Said Didu tak memenuhi panggilan pemeriksaan dengan alasam mematuhi PSBB.

“Kita hanya menghargai ada UU Kekarantinaan Kesehatan sampai ada Maklumat Kapolri,” kata Helvin.

Ia juga menyebut bahwa kliennya rentan tertular virus corona atau Covid-19.

Terlebih jika situasi dan kondisinya ramai seperti di tempat umum yang menurutnya akan lebih sangat berisiko bagi kliennya.

“Risiko, apalagi nanti kalau Pak Said datang,” katanya, seperti dikutip Pojoksatu.id (*/poj)