by

Masuk Holding, Jasa Raharja Belum Ubah Model Bisnis, Nunggu Arahan?

Hallo.id, Jakarta – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan memiliki holding BUMN asuransi yang terdiri atas PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) atau Jasindo, PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) atau Askrindo, PT Jamkrindo (Persero), dan PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) sebagai induk holding. Direktur Utama Jasa Raharja Budi Rahardjo mengatakan Jasa Raharja masih akan menjalankan bisnis yang telah berjalan meski masuk dalam holding.

“Dalam rencana bisnisnya masih tetap, Jasa Raharja masih menjalankan Undang-Undang 33 dan 34. Hanya menjalankan itu sementara ini,” ujar Budi di gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (10/3/2020).

Budi menjelaskan Undang-Undang (UU) Nomor 33/1964 mengatur tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang. Sementara, UU 34/1964 membahas Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan.

Budi mengatakan Jasa Raharja masih tetap fokus pada bisnis yang tercantum dalam Undang-Undang (UU) Nomor 33/1964 dan UU 34/1964. Budi mengaku belum ada penugasan khusus bagi Jasa Raharja dalam holding. Ia mengatakan aturan teknis operasional dalam holding nantinya akan dilakukan pembahasan. Budi menyampaikan keuntungan perusahaan akan dikelola induk usaha mengingat posisi Jasa Raharja tergabung dalam holding.

“Seperti kami sampaikan, keuntungan, dividen, nanti kita serahkan ke induk. Nanti induk yang mengelola. Kalau selama ini dividen kita ke pemerintah melalui Kemenkeu. Yang jelas nanti dalam pendapatan akan dipisahkan. Teknisnya diatur lebih lanjut,” ucap Budi.

Budi menyampaikan Jasa Raharja pada prinsipnya akan mengikuti arahan dari pemerintah dalam hal ini Kementerian BUMN. Selain bagian dari upaya pemerintah memperkuat BUMN asuransi, pembentukan holding juga menjadi salah satu langkah dalam penyelesaian Jiwasraya. (rep)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.