Camel, Ayu Azhari dan Sejumlah Selebriti Promosikan Wisata Sumba

Camel, Ayu Azhari dan Sejumlah Selebriti Promosikan Wisata Sumba
Camel, Ayu Azhari dan Sejumlah Selebriti Promosikan Wisata Sumba.
Selasa | 8 November 2016 | 23.2 WIB

Hallo.id, Sumba – Potensi Sumba Barat kian terdengar gaungnya di level internasional, pencapaian ini tentu dapat dijadikan ‘pemicu’ untuk kembali meningkatkan potensi pariwisata Indonesia secara menyeluruh.

Menurut Duta Wisata Indonesia Camelia Panduwinata Lubis, Indonesia Timur, khususnya Pulau Sumba Barat dikenal dengan potensi wisata alamnya yang indah dengan pantai-pantainya yang eksotis. Itu sebabnya sajian panorama alam yang sempurna, dipadu dengan kentalnya budaya khas masyarakat adat setempat. Membuat para pengunjung tak ada hentinya berdecak kagum menikmati dashyatnya surga dunia ini.

“Beberapa tahun belakangan pulau yang terkenal dengan permainan ketangkasan Pasola ini, menjadi sorotan sekaligus memikat banyak pelancong untuk datang berkunjung ke pulau cantik tersebut, untuk itu saya dan sejumlah selebritis diantaranya Ayu Azhari, Ria Irawan, Aireli moereman dan sejumlah selebritis di undang ke Sumba untuk memperomosikan wisata yang ada,” kata Camel kepada Wartawan, Selasa (8/11/2016)

Menurutnya, antusiame wisatawan belakangan sangat tinggi. Melihat dari potensi pariwisata Sumba Barat, karena para traveler tidak cuma dapat menikmati wisata bahari saja. Tetapi, kita juga dapat ‘menyelami’ indahnya kampung tradisional yang tersebar di wilayah ini.

Meski banyak dari wisatawan yang mengaku gemar diving dan berselancar di perairan Sumba Barat, tren menjelajah kampung tradisional juga mulai dilirik. Menurutnya, sektor pariwisata ini belakangan merupakan andalan kabupaten Sumba Barat.

“Jika dilihat peminatnya hampir sama antara wisata bahari dan budaya. Apalagi eksotisme kampung adat juga sangat memikat, setiap kampung memiliki even tersendiri,” jelasnya.

Tidak sampai di situ, kata Camel, agar semua kekayaan khas Sumba Barat ini tetap terjaga, sejak dini anak-anak muda sudah diwajibkan terlibat dalam even-even budaya di Pulau Sumba. Seluruh masyarakat Sumba terlibat.

“Anak-anak dari tingkat pendidikan PAUD, SD, SMP di libatkan, entah mereka menari tarian tradisional khas Sumba dan lain sebagainya, jadi regenerasi ke depan terhadap pelestarian budaya asli Sumba diharapkan bakal tetap terjaga,” jelasnya.

Sementara itu pencapaian terbesar untuk memajukan pariwisata Sumba ke kancah internasional pun sudah terbuka. Salah satu resort cantik bernama Nihiwatu, yang terletak di Desa Hobawawi, Wanukaka, Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, terpilih sebagai hotel terbaik nomor satu dari ajang World’s Best Travel Awards 2016 pada awal Juli 2016. Nihiwatu mengalahkan deretan hotel bergengsi di AS, Selandia Baru, Australia, serta Ekuador dan Cile.

Menurut data yang dirilis Biro Hukum dan Komunikasi Publik, Kementerian Pariwisata, Nihiwatu meraih skor tertinggi 98,35 mengalahkan hotel-hotel bertaraf internasional. Di antaranya The Spectactor di Charleston, South Carolina 97,78 dan Huka Lodge di Taupe, New Zealand 97,65. Selain Nihiwatu, The St. Regis Bali Resort, Nusa Dua, Bali berada di peringkat 35 hotel terbaik dunia dengan skor 96,22.

Pencapaian ini tentu membawa dampak positif untuk pariwisata Indonesia ke depan. James McBride, Managing Partner Nihiwatu, menjelaskan penobatan ini merupakan sesuatu yang sangat membanggakan khususnya bagi masyarakat Kabupaten Sumba Barat.

Resort ini terpilih karena berhasil menjadi destinasi yang mengolaborasikan petualangan aktif, kemewahan, lengkap dengan unsur-unsur budaya lokal, dan pemandangan alam yang eksotis. Lalu resort ini juga menerapkan konsep ekowisata, di mana para pengunjung tidak hanya diajak menjelajah alam, tetapi juga berbaur dengan masyarakat lokal, menikmati alam tanpa merusak, serta terlibat dalam konservasi alam.

“Tempat ini selalu berusaha memperluas pemahaman, mengenai persepsi umum akan sebuah ‘resort surgawi’, dan kini telah menciptakan sebuah destinasi yang memiliki rekam jejak geografi yang kuat, dengan ruang gerak yang sangat luas, yang memungkinkan para tamu untuk berkelana di alam liar Pulau Sumba,” katanya.

Tidak cuma mengedepankan unsur bisnis saja, tetapi Nihiwatu juga memberdayakan masyarakat setempat dengan baik, sejauh ini 90 persen pekerjanya adalah orang lokal. Lalu para pengunjung resort ini, juga kerap diedukasi serta diajak untuk membantu komunitas lokal Sumba, melalui Sumba Foundation. (mel/hlb)


Hallo, untuk kerjasama dengan redaksi Hallo.id, dan jaringan media digital Hallo Media Network (HMN), hubungi Email :
redaksi@hallo.idredaksihallo@gmail.com
WhatsApp Center : 0853-15557788, 0819-15557788. Tks.