Di Sini, Salah Satu Petilasan Tokoh Kepercayaan Prabu Siliwangi

Di Sini, Salah Satu Petilasan Tokoh Kepercayaan Prabu Siliwangi
Situs Kupa Landak di Bogor ( Foto : Napak Tilas Bogor)
Sabtu | 27 Agustus 2016 | 11.50 WIB

Hallo.id, Bogor – Kota Bogor selain memiliki julukan kota hujan juga mempunyai cerita tersendiri yang menarik dan penuh misteri terutama mengenai peninggalan dari jaman Kerajaan Pakuan Padjajaran salah satunya adalah Situs Kupa Landak

Nama Situs Kupa Landak sepertinya memang kurang populer dibandingkan dengan peninggalan purbakala lainnya yang cukup banyak terdapat di kawasan Batutulis ini, hal ini mungkin terjadi karena Situs Kupa Landak tidak berada di pinggir jalan utama,atau mungkin karena sesuatu hal.

Lahan tempat situs ini berada kini dikuasai oleh sebuah perusahaan pengembang perumahan yang sekarang sudah memasuki tahap pembangunan. Atas saran dari masyarakat setempat, Situs Kupa Landak yang berada di kampung Kebun Pala Rt 04/ 08 Batutulis ini tidak digusur oleh pihak pengembang.

Untuk menuju lokasi Situs Kupa Landak harus izin terdahulu kepada security/satpam yang berjaga di perusahaan pengembang perumahan tersebut.

Padahal sebenarnya situs Kupa Landak telah terdata oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bogor, hal ini terlihat dari disebutkannya situs ini dalam lembaran peta budaya yang diterbitkan oleh Disbudpar Kota Bogot pada tahun 2010 silam.

Sayangnya pendataan tahun 2010 tidak langsung diikuti oleh pemasangan papan pangumuman sebagai Benda Cagar Budaya di lokasi situs tersebut.

Menurut salah seorang warga sekitar yang juga merupakan security di perusahaan pengembang tersebut, Bapak Dedi Suardi, pihak Pemda dalam hal ini Disbudpar Kota Bogor belum lama menaruh atau memasang papan pengumuman bahwa situs ini termasuk dalam Benda Cagar Budaya dan di lindungi oleh undang-undang, sekitar bulan juni yang lalu, ujarnya

Sebenarnya beberapa orang warga setempat telah berinisiatif berbicara kepada pihak pengembang perumahan untuk membuatkan akses jalan/pintu ke situs ini,dengan tidak harus izin terlebih dahulu kepada security/satpam jika ingin menuju situs tetapi dengan jalan melalui halaman rumahnya tetapi sepertinya belum mendapat tanggapan yang memadai.

Tapi akhirnya setelah bermusyawarah antara pihak warga dan pengembang memberikan solusi dengan memberikan jalan akses ke situs lewat halaman rumah dan tentunya ada konpensasi dari pihak pengembang perumahan dan atas kebijakan pihak pengembang akhirnya disetujui dan sekitar bulan februari membuat atau memberikan jalan akses berupa gang kecil menuju ke lokasi situs melewati halaman rumah warga namun hingga kini belum selesai, baru setengahnya yang terleasisasi.

Sekitar tahun 2005 sampai 2010, lahan yang oleh masyarakat setempat disebut kebon pala adalah merupakan areal seluas kurang lebih dua héktar yang dikelilingi oleh dinding tembok tinggi dengan pintu masuk dari besi yang senantiasa tertutup rapat.

Objek utama di situs ini adalah berupa undakan (teras) dua tingkat yang sisi-sisinya telah disemen. undakan paling bawah praktis permukaannya telah disemen semua, sementara di teras atas, pada permukaannya tersebar batu-batu dengan berbagai ukuran dan bentuk. sepintas susunan batunya seperti kuburan masa kini, dengan dua batu tunggul di ke-dua sisinya. bagian teras atas yang ditutupi batu berukuran panjang sekiar 160 sentimeter dan lebar 70 sentimeter, sementara keseluruhan undakan atas berukuran sekitar 180 x 180 sentimeter persegi. Kini, di sisi utara undakan atas tumbuh pohon jengkol yang cukup besar.

Apa yang terlihat di lokasi ini, harus dipahami sebagai hasil dari perubahan-perubahan yang terjadi sepanjang waktu. Hal ini tentu saja memerlukan kehati-hatian dalam melakukan penelaahannya. Selain apa yang tersaji di situs Kupa Landak saat ini.

Informasi lain yang terkait dengan situs ini bisa datang dari tuturan lisan masyarakat setempat dan juga sumber tertulis, jika ada tentunya.

Tentang toponim kupa landak yang melekat sebagai nama situs ini, berasal dari nama sebuah tanaman kupa landak (Eugenia edulis Vell) yang merupakan tanaman kayu yang berbuah seperti buah anggur dan berasal dari Brasil, dibawa oleh Belanda ke Indonesia.

Sangat mungkin di situs ini pernah tumbuh tanaman kupa landak yang cukup besar sehingga bisa dijadikan penanda tempat, dan lama-kelamaan tempat inipun dikenal sebagai situs Kupa Landak.

Ketika tanaman kupa landak ini mati, perlahan-lahan tumbuhlah tanaman jengkol yang menggantikannya sampai sekarang.

Membuka “tabir” seminim apapun data dan informasi yang bisa digali dari sebuah situs peninggalan masa lalu, dan separah apapun keadaannya sekarang, tetaplah harus dilakukan pemeliharaan dan pelestarian sebagaimana mestinya.

Apalagi untuk peninggalan yang ditenggarai berasal dari masa Kerajaan Pakuan Padjajaran yang memang jumlahnya terhitung masih sedikit. hal ini pula yang terjadi pada situs Kupa Landak.

Arca yang ada di situs Kupa Landak adalah sebuah arca tipe polinesia mirip dengan salah satu arca yang ada di situs Purwakalih, tingginya kira-kira 50 sentimeter. Menunjukkan bahwa situs ini dahulunya difungsikan sebagai punden atau tempat pemujaan, besar kemungkinan situs ini dipergunakan ketika Kerajaan Pakuan Padjajaran masih berdiri, seperti halnya situs Arca Purwakalih.

Jika akses jalan dan pintu masuk sudah bisa diatasi, langkah selanjutnya adalah mengangkat seorang juru peliharanya. dan bila dipandang perlu, sosialisasi tentang pentingnya situs ini bisa digelar untuk masyarakat setempat.

Menurut keterangan yang tertulis di plang pengumuman bahwa Situs Kupa Landak ini adalah merupakan petilasan salah satu tokoh kepercayaan Prabu Siliwangi,dan termasuk dalam Cagar Budaya dan di lindungi oleh undang-undang. (Liputan wartawan Hallobogor.com Abah Yan Dilaga)

Lokasi Situs Kupa Landak : Terletak di kampong kebun pala Rt 04 Rw 08 Kelurahan Batutulis Kec Bogor Selatan Bogor – Jawa Barat


Hallo, untuk kerjasama dengan redaksi Hallo.id, dan jaringan media digital Hallo Media Network (HMN), hubungi Email :
redaksi@hallo.idredaksihallo@gmail.com
WhatsApp Center : 0853-15557788, 0819-15557788. Tks.