Ini Kunci Keberhasilan Perempuan Jadi Pemimpin Sukses

Ini Kunci Keberhasilan Perempuan Jadi Pemimpin Sukses
Sabtu | 3 Juni 2017 | 6:55 WIB

Hallo.id,Jakarta- Di Indonesia ditemui bahwa sebagian besar masyarakat menganut budaya patrilineal, dimana sistem sosial menempatkan laki-laki sebagai sosok otoritas utama dan pusat dalam organisasi sosial. Pada beberapa suku memang ada pengecualian, seperti suku Minangkabau yang menganut budaya matrilineal; namun secara umum kita menganut budaya patrilineal.

Sistem sosial dan budaya kita secara umum melihat peran laki-laki dan perempuan secara konvensional, yaitu laki-laki adalah kepala keluarga yang bertanggung jawab untuk mencari nafkah dan perempuan adalah ibu rumah tangga yang merawat dan mendidik anak-anak, melayani suami dan memastikan rumah tangga berjalan dengan baik. Pada saat perempuan memiliki peran ganda sebagai perempuan karir sekaligus ibu rumah tangga, penyesuaian pembagian tugas dan tanggung jawab dalam rumah tangga akan membantu menciptakan keluarga yang harmonis dan perempuan bisa membangun prestasi di tempat kerja. Dukungan suami memegang peranan penting bagi keberhasilan perempuan di tempat kerja. Banyak perempuan yang melihat peran sebagai wanita karir dan ibu rumah tangga sebagai suatu dikotomi. Padahal karier dan keluarga bisa berjalan bersama. Hal ini sudah dibuktikan oleh banyak perempuan Indonesia, salah satunya adalah Tri Rismaharini, Walikota Surabaya, yang terkenal dengan keberhasilannya sebagai pemimpin di kota Surabaya.

Risma adalah sosok Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang jujur, memiliki komitmen yang teguh, dinamis dan kreatif. Berada dalam organisasi pemerintahan yang birokratis sempat membuat Risma pada tahun 1997, berniat untuk mengundurkan diri dari PNS. Risma merasa tidak bebas karena harus melakukan banyak hal yang bertentangan dengan nuraninya. Pada saat itu ia mendapat masukan dari seorang konsultan asing untuk tetap bertahan karena Indonesia membutuhkan sosok seperti Risma. Sepak terjang Risma yang membangun sistem transparansi melalui e-procurement sempat membuatnya mendapat ancaman. Akibatnya ia beberapa kali mengalami rotasi sebelum kemudian dicalonkan sebagai Walikota Surabaya tahun 2010. Di era kepemimpinan Risma, Surabaya telah berhasil meraih lebih dari 50 penghargaan baik di dalam negeri mauun penghargaan internasional.

Bagaimana sosok perempuan Indonesia bisa mencapai keberhasilan seperti sosok Risma, itu tidaklah mudah. Perempuan Indonesia membutuhkan banyak hal untuk menjadikan dirinya layak sebagai seorang pemimpin yang membawa organisasi ke arah yang lebih baik.

Apa yang menjadi kunci keberhasilan perempuan Indonesia untuk menjadi seorang pemimpin yang sukses? Berikut ulasannya menurut Fhierly Carena, S.Psi., MBA :

1. MISI. Seorang pemimpin hendaknya mampu menelaah nilai-nilai yang ada dalam dirinya sebelum memimpin orang lain. Melalui nilai-nilai yang dimiliki, apa yang menjadi misi kehidupannya? Apa yang menjadi misinya saat menjadi pemimpin? Misi ini sangat penting karena misi memberikan kekuatan tersendiri bagi para pemimpin untuk melangkah dan mengambil keputusan. Seorang pemimpin memikul tanggung jawab yang besar. Ada saatnya dalam perjalanan organisasi, pemimpin akan menemui hambatan dan rintangan, dan misi itulah yang menjadikan seorang pemimpin bangkit dan melangkah lagi. Misi untuk membawa perubahan positif bagi banyak orang tidak akan menyurutkan pemimpin untuk terus berbuat baik melayani orang lain. Misi yang jelas juga akan membuat pemimpin mampu menyusun apa yang menjadi prioritas dalam setiap keputusan yang diambil. Misi yang disampaikan melalui pengambilan keputusan dan perilaku sehari-hari akan menjadikan misi mudah dimengerti dan diinternalisasikan oleh mereka yang dipimpinnya.

2. PENGELOLAAN DIRI. Perempuan identik sebagai mahluk hormonal yang pemikirannya banyak dipengaruhi oleh sistem hormon dan emosi. Kemampuan dalam mengelola emosi bagi perempuan menjadi hal yang mutlak. Menjalani peran sebagai pemimpin organisasi dan ibu rumah tangga akan membawa perempuan dalam himpitan masalah dan kekecewaan. Untuk ini perempuan harus pandai menyikapi dengan tetap fokus, rasional dan obyektif. Berdialog dengan diri sendiri akan membantu perempuan meningkatkan kesadaran diri. Perempuan juga perlu berhati-hati dengan sikap mengeneralisir suatu pernyataan, pahami pesan yang disampaikan oleh orang lain dalam konteks sehingga kita bisa mendapat persepsi yang tepat menurut mereka yang menyampaikan pesan, bukan menurut kita. Bangun empati pada orang lain dengan menempatkan diri kita di posisi orang lain. Kemampuan empati adalah langkah awal untuk mempengaruhi orang lain. Seorang pemimpin diukur keberhasilannya dari kemampuannya untuk mempengaruhi orang lain.

3. PENGEMBANGAN DIRI. Pengembangan diri yang dibutuhkan untuk menjadi pemimpin yang tangguh adalah pengembangan dalam aspek pengetahuan, pengalaman dan jejaring sosial. Pengetahuan menjadi hal yang mutlak. Di era digital seperti saat ini menjadikan informasi apapun berada dalam genggaman. Keluasan mendapatkan informasi perlu didukung pula oleh kedalaman dalam memahami informasi yang relevan. Kemampuan mendalami suatu informasi dibangun dengan logika dan data, melalui kemampuan berpikir secara ilmiah. Bersikap skeptis terhadap suatu hipotesis akan melatih nalar kita untuk terus menggali informasi melalui data yang obyektif. Sebagai seorang pemimpin, perempuan juga dituntut membangun suatu visi organisasi. Seperti apa organisasi di masa depan tak lepas dari wawasan berpikir pemimpinnya. Melakukan studi banding pada organisasi terbaik di tingkat internasional akan membantu pemimpin untuk mentransformasi dirinya sehingga memiliki perspektif global dan mampu menciptakan visi yang akan membawa keberhasilan organisasi dalam kancah internasional. Pengembangan diri melalui jejaring akan membantu pemimpin dalam mengakselerasi kompetensi dan mengkomunikasikan visi dan misinya. Jejaring mampu memberikan ide, insight, peluang, informasi dan berbagai sumber daya lainnya. Jejaring dengan anggota yang memiliki latar belakang sosial, pendidikan dan bidang yang berbeda akan membantu pemimpin mengembangkan kemampuan berelasi dengan berbagai pihak yang memiliki latar belakang dan kepentingan yang berbeda.

Saat ini teknologi telah berhasil menciptakan perubahan zaman yang sangat cepat. Berubah dan akan terus berubah. Perubahan ini mau tidak mau akan menuntut gaya kepemimpinan yang berbeda. Di zaman ini, orang menjadi lebih kritis menyikapi segala hal, karyawan lebih menuntut untuk dipandang manusia, bukan lagi alat manajemen untuk menggerakkan organisasi. Gaya kepemimpinan mulai bergeser dari gaya transaksional menjadi gaya transformasional. Gaya transaksional lebih menenkankan pada nilai transaksi, produktivitas manusia dihargai dengan imbalan dalam bentuk uang, bukan penghargaan sebagai suatu wujud daya cipta dan kreatifitas manusia. Karyawan bekerja dengan mindset apa yang diberikan sebanding dengan apa yang didapat, meskipun potensi dan kemampuannya jauh melampaui apa yang sudah diberikan kepada organisasi. Gaya transformasional lebih menekankan pada aspek manusia, memimpin dengan memanusiakan manusia. Karyawan tidak lagi dipandang sebagai alat, tapi sebagai sumber inovasi dan kreatifitas. Perubahan organisasi dimulai dari perubahan di tingkat individu di organisasi. Pemimpin memandang karyawan bukan lagi sebagai bawahan tapi sebagai partner untuk menciptakan perubahan di organisasi. Di sini letak kelebihan sosok perempuan. Menurut Helen Fisher dalam penelitiannya yang berjudul "How Women Are Transforming The Practice of Leadeship" menyampaikan bahwa pemimpin perempuan memiliki karakteristik yang cenderung mengelaborasikan karyawan dibanding membandingkan dan menyusun suatu ranking. Pemimpin perempuan juga lebih menyukai gaya kepemimpinan transformasional yang bersifat kolaboratif dan interaktif. Selain itu pemimpin perempuan cenderung nyaman untuk berbagi informasi, siap menerima ketidakpastian, melihat pembagian kekuasaan sebagai bentuk kemenangan bukan tanda kelemahan, menghormati intuisi dan rasionalitas serta cenderung fleksibel dalam menyikapi perubahan.

Dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa perempuan memiliki potensi keberhasilan lebih tinggi untuk memimpin dan menciptakan perubahan di organisasi.(IK)


Hallo, untuk kerjasama dengan redaksi Hallo.id, dan jaringan media digital Hallo Media Network (HMN), hubungi Email :
redaksi@hallo.idredaksihallo@gmail.com
WhatsApp Center : 0853-15557788, 0819-15557788. Tks.