Mari Waspadai Gerakan Anti Pancasila

Mari Waspadai Gerakan Anti Pancasila
garuda pancasila
Rabu | 23 Agustus 2017 | 20.33 WIB

Oleh : Donk Ghanie

BELAKANGAN bangsa Indonesia menghadapi permasalahan serius dengan hadirnya gerakan yang berupaya mengganti Pancasila lewat aksi radikalisme dan berbagai propaganda dengan menyebutkan Indonesia sebagai negara thaghut, dan Pancasila dianggap sebagai ideologi syirik.

Hadirnya gerakan tersebut merupakan bentuk ancaman bagi keberlangsungan Indonesia sebagai sebuah negara. Jika dibiarkan, bukan tidak mungkin kita akan menghadapi permasalahan besar seperti negara-negara lain yang saat ini sedang terlibat konflik berkepanjangan lewat perang saudara.

Sejatinya Pancasila merupakan ideologi final dan sangat tepat bagi Indonesia yang multi etnis, suku, agama, dan golongan. Tidak sedikit pula penghargaan maupun pujian yang diterima Indonesia dari negara lain atas keberhasilan merumuskan ideologi negara lewat Pancasila dalam kemajemukan yang ada.

Namun ditengah kerisuan tersebut, kita masih dapat bernafas lega. Ternyata masih banyak warga negara yang memiliki perhatian tinggi atas terjaganya Pancasila sebagai ideologi Negara yang harus tetap dipertahankan dengan baik.

Lewat salah satu artikel terbitan salah satu media nasional, Hery Haryanto Azumi, Sekjend Pengurus Besar Majelis Dzikir Hubbul Wathon yang juga mantan Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahsiswa Islam Indonesia, dalam tulisannya menanggapi serius permasalahan krisis Pancasila.

Menurutnya, gelombang krisis Pancasila tidak kalah berbahaya dengan gelombang krisis ekonomi. Krisis ekonomi berakibat pada melambungnya harga kebutuhan pokok, sedangkan krisis Pancasila berakibat pada runtuhnya kedaulatan negara. Negara bisa chaos berkepanjangan jika gagal mempertahankan ideologi Pancasila,”

Dalam tulisan tersebut beliau memberikan apresisasi kepada pemeritahan Joko Widodo atas upaya antisipasi yang dilakukan dengan mengeluarkan Perpu Nomor 2 Tahun 2017, terkait pembubaran ormas anti Pancasila, dan menyambut baik pembentukan Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP).

Ia menyarankan untuk mendorong peran ulama dan kiai mejelaskan pada ummat bahwa Pancasila merupakn konsensus pendiri bangsa yang mengandung nilai-nilai agama (Islam). Begitu juga dengan peran para guru agama di sekolah yang tidak hanya menaburkan ajaran agama semata, tapi juga menanamkan nilai-nilai kebangsaan. Selain itu peran ormas juga dinilai penting untuk membentengi Pancasila dari serangan ideologi asing.

Perhatian segenap elemen bangsa dalam menyikapi persolaan seperti ini penting sekali dalam mencarikan solusi atas masalah yang sedang dihadapi. Kita tetap ingin melihat Indonesia tumbuh dan berkembang sebagai negara yang dapat dapat merawat warisan para pendiri bangsa.

Tentunya kita berharap Pancasila dapat terjaga dengan baik sebagai ideologi negara. Momentum HUT RI yang ke 72 ini dapat kita jadikan sebagai komitmen bersama, bahwa segala upaya yang dilakukan untuk menggantikan ideologi Pancasila adalah musuh kita semua. Terimakasih

Donk Ghanie adalah Mahasiswa Program Megister Ilmu Komunikasi
Pascasarjana Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama). HP: 082125388308


Hallo, untuk kerjasama dengan redaksi Hallo.id, dan jaringan media digital Hallo Media Network (HMN), hubungi Email :
redaksi@hallo.idredaksihallo@gmail.com
WhatsApp Center : 0853-15557788, 0819-15557788. Tks.