by

Pakar Hukum Sebut Jokowi Tidak Peka Soal Darurat Kesehatan

Hallo.id, Jakarta – Presiden Joko Widodo dianggap tidak peka terhadap harapan publik yang cemas dengan bayang-bayang pandemik corona yang semakin meluas penyebarannya di Indonesia. Darurat Sipil bukan sebuah solusi yang diinginkan masyarakat dalam menghadapi pagebluk corona.

Pakar politik dan hukum Universitas Nasional Jakarta, Saiful Anam mengatakan, Darurat Sipil sangat tidak berkaitan dengan penyebaran Covid-19 yang merupakan kasus penyakit.

BACA JUGA :  Kapolri Intruksikan Seluruh Polda dan Jajarannya Berantas Aksi Premanisme

“Pemerintah kurang peka terhadap harapan publik, padahal Darurat Sipil tidak dikenal berkaitan dengan kasus Covid-19. Menurut saya, pemerintah hanya ingin menghindar dari pelaksanaan UU 6/2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan,” ucap Saiful Anam kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (31/3/2020).

BACA JUGA :  322 Kasus Baru Positif Covid-19 di Bangkalan Selama 14 Hari, Ini Pemicunya

Bahkan, lanjut Saiful Anam, Darurat Sipil sangat tidak tepat digunakan lantaran Indonesia saat ini tidak dalam keadaan perang.

“Kita hari ini tidak dalam keadaan perang, sehingga tidak perlu adanya darurat sipil. Yang terjadi saat ini adalah darurat kesehatan masyarakat yang menimbulkan bahaya bagi seluruh kalangan,” tegas Saiful Anam.

BACA JUGA :  Kapolri Intruksikan Seluruh Polda dan Jajarannya Berantas Aksi Premanisme

Menurut Saiful Anam, rakyat Indonesia hanya menginginkan status darurat kesehatan yang ditetapkan oleh Presiden Jokowi untuk mempercepat penghentian penyebaran Covid-19.

“Rakyat tidak ingin rusuh kok, hanya ingin hak kedaruratan kesehatannya terpenuhi,” pungkasnya. (era)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.