by

Pasien DBD Hingga Maret Tembus 16.000, Harus Kampanye Pencegahan

Hallo.id, Jakarta – Tingginya curah hujan terutama di wilayah endemis Demam Berdarah Dengue (DBD) dikhawatirkan akan semakin memudahkan nyamuk Aedes Aegypti berkembang biak. Untuk itu, perlu dilakukan berbagai upaya dalam mengantisipasi penyebaran DBD. Menurut Anggota Komisi IX DPR RI Saniatul Lativa yang perlu dilakukan pemerintah ialah mengedepankan preventif dan terus mensosialisasi gerakan menguras, menutup dan mendaur ulang (3M) Plus cara lain kegiatan pencegahan DBD.

“Gerakan 3M Plus perlu terus digaungkan, agar masyarakat melakukan himbauan tersebut, mulai dari menguras tempat-tempat penampungan air seminggu sekali, menutup rapat tempat-tempat penampungan air dan mengubur barang-barang bekas yang bisa menampung air yang dapat dijadikan sebagai wadah bertelurnya nyamuk DBD,” katanya melalui berita rilis, Senin (20/4/2020).

Sani menyampaikan, berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) saat Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR RI 14 April lalu, jumlah kasus DBD di Indonesia mengalami lonjakan drastis sejak awal tahun 2020 yang menembus angka 16 ribu pada periode Januari hingga awal Maret tahun ini. 

Untuk itu, legislator Fraksi Partai Golkar itu juga menghimbau masyarakat melakukan gerakan satu keluarga satu jumantik. “Mari kita gerakkan dalam keluarga setidaknya satu juru pemantau jentik (jumantik) ini merupakan kepedulian masing-masing keluarga untuk turut andil dalam pencegahan DBD,” tuturnya.

Politisi dapil Jambi ini juga mengajak masyarakat memantau dan melaporkan jika ada indikasi demam ke arah DBD sehingga bisa segera ditangani dan diobati. “Agar tidak terjadi lonjakan yang luar biasa, kita harus bersama sama menjaga, terapkan 3M Plus,” tutupnya. (dpr)