by

Pelapor Cabut Laporan, Kasus Penggelapan Dana Investasi Fikasa Group di Polda Dihentikan

-Hukum-14 views

HALLO – Proses pelaporan dugaan adanya tuduhan yang menyeret Fikasa Group telah usai. Hal itu dikatakan Advokat Hamdani, SH kepada wartawan paska dicabutnya Laporan Kepolisian di Polda Metro Jaya pekan lalu.

Dalam keterangannya, Hamdani,SH yang mewakili LQ Indonesia lawfirm sebagai kuasa hukum para korban bisnis investasi Fikasa Group telah meminta maaf atas pelaporannya pada bulan Juli 2020 lalu dengan alasan emosi dan kesal.

“Awalnya kami kesal kepada Fikasa Group, PT WBN dan TGP yang karena emosi dan berpikiran pendek sehingga melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya tahun lalu,” Kata Hamdani saat dikonfirmasi wartawan, Kamis, 29 April 2021. siang.

Ia menjelaskan kekeliruan itu telah menyadari para kliennya untuk berembuk dan mengakhiri permasalahan dengan mencabut LP nya di Polda Metro Jaya.

BACA JUGA :  Dituding Catut Nama Kapolda, Advokat Alvin Lim Akhirnya Dipolisikan Nasabah Fikasa

“Ini kekeliruan karena miss komunikasi saja. Setelah kami proses ternyata Direksi dan owner Fikasa Group menanggapinya dengan bijak dan dapat diselesaikan dengan baik,” jelasnya.

Sebagai Advokat yang memiliki prestasi gemilang, ia memahami kekeliruan para kliennya, terlebih Indonesia dalam kasus pandemi Corona (Covid-19), sehingga dapat dipahami kemunduran dan gagal bayar di seluruh sektor keuangan.

“Sudah clear yaa, dan tidak ada sengketa lagi antara klien-klien kami dengan Fikasa Group,” ucap Hamdani.

Sementara Alvin Lim, SH, MSc, CFP founder LQ Indonesia menegaskan bahwa pihaknya harus mengedepankan Restorative Justice, apalagi ternyata Direksi dan owner Fikasa bukan hanya memiliki itikat baik namun benar dalam posisi terdampak Corona.

BACA JUGA :  Darwin Indigo Tak Hadir, Mediasi Fara Luwia dan Tergugat Tidak Mencapai Harapan

“Jadi klien-klien kami memahami bahwa harus memberikan kesempatan Fikasa Group untuk maju dan bisa berkembang untuk menghasilkan omset kembali,” ulasnya.

Mendorong hal itu, Alvin Lim sebagai founder LQ Indonesia tergerak untuk mendampingi kemauan mayoritas kliennya mencabut Laporan Kepolisian yang menjerat Fikasa Group.

“Sebagai lawyer tentunya tidak boleh memperkeruh situasi, justru harus membantu mencari solusi. Jika Klien sadar akan kesalahan dan meminta agar Lawyer cabut Laporan Polisi maka Lawyer akan jalani sesuai kemauan klien,” ujar Alvin.

Dengan demikian tuntas sudah perkara Fikasa Group di Polda Metro Jaya. Segala bentuk laporan dan BAP telah dicabut pelapor di Kriminal Khusus (Krimsus) PMJ dan untuk selanjutnya dilakukan gelar oleh penyidik guna menghentian perkara (SP3) dan pemulihan nama baik Fikasa Group.

BACA JUGA :  Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin Dilarang ke Luar Negeri, Begini Penjelasan Kemenkumham

”Kami mengucapkan banyak terima kasih atas profesionalitas dari pihak kepolisian khususnya Subdit Fismondev Polda Metro Jaya (PMJ).”

“Kami melihat dalam persoalan ini, penegakan hukum yang diterapkan mengedepankan Asas Mufakat, sehingga masyarakat terpenuhi rasa berkeadilannya,” ungkap Alvin.

Sebelumnya dikabarkan pada bulan Juli dan Agustus 2020, terjadi rentetan peristiwa adanya pelaporan kepolisian di Polda Metro Jaya yang dibuat terduga para korban penipuan Investasi bodong dengan terlapor Fikasa Group. (ags)