by

Dugaan, Barangkali Benar Negara Ini Miliki Beban Psikologis Pada China

Hallo.id, Jakarta – Wabah Virus Corona atau Covid-19 semakin meluas mengorbankan rakyat Indonesia. Namun, Pemerintahan Presiden Joko Widodo tak kunjung menghentikan sementara waktu interaksi dagang dengan negara China.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion, Dedi Kurnia Syah menilai pemerintahan Presiden Jokowi diyakini memiliki beban psikologis dengan negara Republik Rakyat China (RRC).

BACA JUGA :  322 Kasus Baru Positif Covid-19 di Bangkalan Selama 14 Hari, Ini Pemicunya

Beban psikologis yang dimaksud ialah, Pemerintah Pusat hingga kondisi darurat sekalian tidak berani mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan relasi dengan China di saat wabah virus corona atau Covid-19 di Indonesia semakin mengkhawatirkan.

“Barangkali benar negara ini miliki beban psikologis pada China, hingga dalam kondisi darurat sekalipun tidak berani keluarkan kebijakan hentikan segala bentuk relasi dengan China,” ucap Dedi Kurnia Syah kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (20/3/2020).

BACA JUGA :  Kapolri Intruksikan Seluruh Polda dan Jajarannya Berantas Aksi Premanisme

Relasi dengan China yang dimaksud oleh Dedi di antaranya untuk menghentikan segala urusan ekspor-impor barang dari China.

BACA JUGA :  322 Kasus Baru Positif Covid-19 di Bangkalan Selama 14 Hari, Ini Pemicunya

Apalagi, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) berencana akan melakukan impor beberapa bahan pokok seperti bawang putih, gula, dan bombay.

Bawang putih sendiri diprediksi akan di impor dari China lantaran negara tersebut disebut banyak pihak sebagai supplier terbesar bawang putih Indonesia. (kon)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.