by

Perkembangan Ekosistem Aset Digital Kripto Semakin Luas, Begini Penjelasan Anthony Leong

HALLO – Saat ini, digitalisasi semakin meluas di dalam kehidupan kita. Tidak hanya alat pembayaran saja yang sudah terdigitalisasi, bahkan saat ini sudah ada wacana untuk mendigitalisasi Rupiah oleh Bank Sentral Indonesia (BI).

Hal ini tentu akan membawa dampak positif di dalam kehidupan kita dimana kita tidak perlu lagi membawa dompet dan kartu yang banyak saat berada di luar rumah.

BACA JUGA :  Strain Baru Hasil Inovasi Riset Kemen KKP, Ini Manfaat dan Keunggulannya Ikan Mas Mustika

Pakar Digital, Anthony Leong menyatakan digitalisasi juga terjadi pada komoditas dengan kehadiran komoditas aset digital kripto yang saat ini sangat berkembang di Indonesia.

Dalam laporan Q1, transaksi aset kripto sudah mencapai 126 Triliun Rupiah dan diprediksi akan semakin besar dalam kuartal mendatang.

BACA JUGA :  Lima Gerai Restoran Cepat Saji McDonald’s Ditutup Pemkot Semarang, Minimal 2 Hari

“Masyarakat mungkin mengenal aset digital kripto melalui bursa kripto di Indonesia. Di bursa ini, aset digital kripto diperdagangkan layaknya emas atau saham diperdagangkan.”

“Jika kita menilik lebih jauh, ekosistem aset digital kripto tidak hanya bursa trading. Terdapat juga produk deposito yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan jumlah aset yang dimiliki saat ini,” ujar Anthony di Jakarta, Jumat 4 Juni 2021.

BACA JUGA :  Lima Gerai Restoran Cepat Saji McDonald’s Ditutup Pemkot Semarang, Minimal 2 Hari

Anthony menyebut salah satu yang menyediakan layanan deposito Aset Digital Kripto adalah Merlin Lab.

Keunggulan dari deposito aset Digital kripto ini adalah APY yang tinggi. Saat artikel ini ditulis, APY terbesar yang dimiliki Merlin Lab adalah 618%.