by

PHRI Pangandaran Siapkan 3.000 Masker, Bupati Ancam Tutup Pantai

Hallo.id, Pangandaran – Badan Pengurus Daerah (BPC) Pangandaran, Jawa Barat mendukung upaya penerapan protokol kesehatan selama memasuki adaptasi kehidupan baru (AKB). Salah satunya, dengan menyediakan 3.000 masker bantuan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat bagi para wisatawan.

Sementara itu Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengancam akan menutup kawasan objek wisata pantai, jika masih mendapati pengunjung yang bandel tak menerapkan protokol kesehatan.

“Kami dari pelaku industri pariwisata, khususnya yang bergerak di bidang perhotelan dan restoran mendukung penuh langkah Pemerintah Daerah Pangandaran dalam mensosialiasikan protokol kesehatan bagi wisatawan,” kata Ketua BPC Pangandaran Agus Mulyana saat dihubungi, Hallo.id, Kamis (13/8/2020).

Diakui Agus, bahwa masih ada beberapa wisatawan yang tidak disiplin dalam menjalani AKB di objek wisata kawasan Pantai Pangandaran, baik di pantai barat maupun timur.

Pelanggaran yang terlihat adalah masih adanya pengunjung yang tak menggunakan masker.

“Kami turut berupaya keras mengingatkan kepada pengunjung agar memperhatikan protokol kesehatan ini. Sebab, jangan sampai karena keteledoran, nanti ada sanksi dari pemerintah daerah, kita semua yang akan dirugikan,” lanjut Agus.

Menurutnya, setiap hotel yang ada di Pangandaran telah menyediakan masker gratis kepada pengunjung yang lupa membawa masker. Mereka akan diberikan masker secara cuma selama berada dilingkungan hotel.

“Tetapi bagi mereka yang masuk ke kawasan Pangandaran dari luar, menjadi tanggungjawab sendiri. Mereka harus mengenakan masker supaya tidak kena razia dari petugas. Masker yang kita siapkan di hotel, sifatnya hanya mengantisipasi saja,” tambahnya.

Sejak ada pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB), pengunjung ke Pangandaran terus mengalami peningkatan. Data tamu hotel hingga hari ini rata-rata sudah mencapai 36,8 persen.

“Kebetulan long weekend Minggu kemarin pengunjung cukup tinggi.Pada minggu kesatu okupansi kita 26,6 persen, memasuki minggu kedua naik menjadi 36,8 persen,” jelas Agus.

Di hari yang sama, Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata di acara evaluasi adaptasi kebiasaan baru (AKB) mengingatkan pihaknya akan menurunkan peraturan denda kepada pengunjung yang masih bandel dan tidak memperhatikan protokol kesehatan.

“Pandemi Corona belum berakhir, saya lihat banyak yang tak menggunakan masker. Masyarakat harus terus diingatkan,” Jeje saat meninjau langsu kondisi di Pantai Barat.

Jeje mengakui belakangan banyak wisatawan dan pengunjung yang tak menggunakan masker seakan pandemi telah usai.

“Sekarang saya beri waktu 3 minggu untuk sosialisasi dan pemantauan langsung. Setelah itu maka akan diberlakukan denda, seperti yang dilakukan di daerah lain,” kata Jeje.

Meski sejauh ini terus dilakukan pengambilan sampel tes swab secara acak berkala di sekitar pantai, dan hasilnya selalu negatif, tapi seandainya terjadi kasus maka bisa saja pantai ditutup kembali.

“Kalau sampai ada penularan, lalu pantai ditutup lagi. Yang rugi kita semua. Makanya jangan sampai terjadi, mari kita jaga bersama,” pinta Jeje.

Dia juga menambahkan tingkat kunjungan wisatawan ke pantai Pangandaran terus membaik. Di hari biasa atau week day tingkat kunjungan bisa mencapai 5.000 sampai 6.000 orang. Jumlah itu berlipat ganda di akhir pekan. (adi)