by

Ridwan Kamil Akhirnya Pulang ke Tanah Air, Tidak Tahan Dikritik Soal Banjir?

Hallobogor.com, Bandung – Tidak tahan dikritik pedas soal banjir, akhirnya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memutuskan membatalkan sejumlah agenda kerja di Australia. Tidak cukup itu saja, dia juga memutuskan pulang ke Tanah Air.

Kritikan tajam dari opinion leader dan rakyat Jabar via medsos memang meluncur deras kepada gubernur yang disapa kang Emil itu.

Politisi Partai Gerindra Fadli Zon mengritik, seharusnya kang Emil tidak membuka cafe di Australia di saat sebagian wilayah Jabar ditimpa musibah banjir.

“Sebagian Jawa Barat banjir seperti Subang, Karawang, Bekasi. Harusnya Gubernur pulang, urusi banjir, dan tak perlu buka cafe di Australia,” tulis Fadli Zon.

Begitu juga Ketua DPW PKS Jawa Barat, sekaligus Ketua Fraksi PKS DPRD Jawa Barat, Haru Suandharu. Dia meminta Ridwan Kamil segera pulang menangani banjir.

Imbauan ini mengingat dampak banjir di beberapa daerah seperti Bekasi, Subang dan Karawang memerlukan penanganan ekstra.

“Saya usul pak Gubernur segera pulang ke tanah air, segera melakukan rapat koordinasi dengan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait,” ujar Haru, Rabu malam (26/2/020)

Respon Ridwan Kamil

Ridwan Kamil langsung merespon kritik publik melalui akun instagram pribadinya @ridwankamil, pada Kamis (27/2/2020)

“Saya memutuskan untuk membatalkan setengah agenda kerja terkait di finalisasi bantuan Australia untuk Citarum, pembangunan 23 rumah sakit, promosi investasi, dan penandatanganan kerjasama ekspor komoditas, dan kembali ke tanah air, untuk mengoordinasikan para kepala daerah yang daerahnya terdampak bencana banjir,” tulisnya.

Kang Emil juga menjelaskan sebenarnya ada delapan agenda yang telah dibatalkannya ketika melakukan kunjungan kerja ke Australia.

Di sisi lain, ia juga menyebut jika Gubernur berhalangan, ada wakil gubernur yang memiliki kekuatan yang setara dalam membantu walikota dan bupati kepala daerah jika ada hal yang emergency. (bud)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.