by

Bisnis Stafsus Milenial Jokowi di Tengah Kartu Pra-Kerja, Juga Menuai Polemik

Hallo.id, Jakarta – Pemerintah baru saja mengoperasikan Kartu Pra-Kerja beberapa hari lalu. Program tersebut ditunjukkan guna membantu masyarakat Indonesia dapat meningkatkan kemampuan untuk bekerja.

Kartu Prakerja adalah bantuan biaya pelatihan bagi masyarakat Indonesia yang ingin memiliki atau meningkatkan keterampilannya. Karena dipercaya bahwa masyarakat Indonesia sesungguhnya ingin selalu meningkatkan kemampuannya.

Didesain sebagai sebuah produk, program ini dikemas sedemikian rupa agar memberikan nilai bagi pengguna sekaligus memberikan nilai bagi sektor swasta. Jalan digital melalui marketplace dipilih untuk memudahkan pengguna mencari, membandingkan, memilih, dan memberi evaluasi.

Dalam program tersebut, bagi yang telah terdaftar akan diikutsertakan dalam pelatihan dari berbagai platform digital. Adapun mitra platform digital tersebut terdiri dari Tokopedia, Skill Academy by Ruangguru, Maubelajarapa, Bukalapak, Pintaria, Sekolahmu, Pijar Mahir, dan dari Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker).

Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio mengatakan, dalam kasus ini perusahaan manapun sebenarnya bisa ikut dalam Program Pra Kerja. Asalkan, perusahaan yang ditunjuk memiliki kapasitas yang mumpuni.

“Kalau saya prinsipnya siapapun yang akan mengerjakan kalau dia mampu tidak masalah. Jadi siapapun organisasinya kalau tidak mampu harus ada yang mengevaluasi dari pemerintah,” ujarnya saat dihubungi Okezone,” Rabu (15/4/2020).

Hanya saja, penetapan Ruangguru sebagai mitra pemerintah, dinilai sebagai sesuatu yang tidak etis. “Ketika yang punya organisasi ada di pemerintahan sebaiknya tidak ikut. Karena tidak etis,” kata Agus. (eco)