by

Sempat Batuk dan Tolak Jabat Tangan Pejabat Kemenkeu, Apa Kabar Menteri Sri?

Hallo.id, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Indrawati termasuk salah satu menteri yang banyak ditanya soal kabar kesehatannya, terkait dengan merebaknya virus Vorona. Apa kabar bu Menteri?

“Saya, alhamdulilah tetap sehat dan terus melakukan tugas sebagai Menkeu secara penuh,” kata Sri Mulyani, melalui akun instagram pribadinya @smindrawati, yang dipoting, Minggu (15/3/2019).

Bahkan, Sabtu minggu ini, Sri Mulyani bekerja penuh melakukan rapat koordinasi melalui konferensi video dengan jajaran Kemenkeu untuk merumuskan kebijakan dan langkah-langkah APBN dan keuangan negara dalam menangani penyebaran virus Corona (Covid19).

“Rapat dengan video untuk mengurangi potensi penularan virus Covid19, tapi tetap efektif dalam merumuskan kebijakan dan melaksanakan tugas Kemenkeu,” tambahnya.

Sempat Batuk-batuk

Seperti diketahui, pekan lalu Senin (9/3/2020) Menkeu Sri Mulyani melantik enam pejabat baru eselon II Kementerian Keuangan. Dalam acara pelantikan ini, dia sempat batuk saat tengah membaca pidato berisi sejumlah pesan kepada pejabat yang dilantik.

“Kalau saya batuk, saya enggak boleh di ruang publik, ini saya serius,” kata dia saat acara pelantikan di Kantor Kemenkeu, Jakarta.

Untuk itu, Sri Mulyani meminta maaf tidak ada acara salam-salaman atau berjabat tangan, seperti layaknya momen setelah pelantikan pejabat.

“Saya ucapkan selamat saja, ini juga salah satu bentuk agar tidak terjadi penularan (virus corona),” kata nya.

Keputusan Penting Hari Ini

Lewat instagram itu pula, Sri Mulyani menjelaskan beberapa keputusan penting yang diambilnya hari ini, yatu :

(1) Menerbitkan Surat Edaran bagi Kementrian Lembaga agar mereka mampu melakukan realokasi dan reprograming anggaran KL untuk penanganan masalah Covid19. Semua menteri harus memfokuskan belanja untuk mencegah dan menangani dampak penyebaran virus Covid19.

(2) Menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan untuk memberi landasan hukum bagi pemerintah daerah dalam melakukan penyesuaian penggunaan anggaran transfer ke daerah bagi penanganan pencegahan dan mengurangi dampak penyebaran virus Covid19.

(3) Menerbitkan pedoman Business Continuation Process (BCP) Kemenkeu, yaitu pedoman kerja dan jam kerja termasuk bekerja dari rumah (work from home) bagi jajaran Kemenkeu dalam menghadapi situasi merebaknya virus Covid19.

(4) Menyetujui usulan Dirjen Pajak, untuk menetapkan status kahar dan memperpanjang waktu penyerahan SPT Wajib Pajak Pribadi dari akhir Maret menjadi April 2020. Juga meminta WP melakukan penyerahan secara online atau melalui Kanyor Pos dan tidak melakukan pelayanan tatap langsung untuk menghindari potensi penularan.

(5) melakukan antisipasi dampak Covid19 pada masyarakat, ekonomi dan APBN, dan mengelola dampak negatif secara prudent dan efektif. (bud)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.