by

Sujiwo Tedjo Bingung, Statemen Menlu Beda dengan Keluarga ABK Kapal China

Hallo.id, Jakarta – Sujiwo Tedjo turut angkat bicara soal dugaan perbudakan terhadap Anak Buah Kapal (ABK) WNI di kapal China yang beberapa hari terakhir heboh lantaran salah satu jasad ABK dilarung (dibuang) ke laut.

Kecaman pun dilayangkan hingga akhirnya pemerintah melalui Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan dalam konfrensi pers bahwa pelarungan tersebut atas persetujuan keluarga.

Belakangan muncul pengakuan dari kerabat ABK yang menyebut bahwa keluarga sama sekali tidak diberitahu dan tak ada persetujuan atas tindakan pelarungan tersebut.

Hal ini yang kemudian membuat budayawan Sujiwo Tedjo mengerutkan kening. Dalam cuitannya di Twitter, dalang, penulis sekaligus aktor ini mengomentari dua artikel berita yang isinya bertolak belakang sehingga membuat pembaca bingung yang mana yang benar.

Artikel pertama terkait pernyataan resmi Menlu Retno yang menyebut ABK Indonesia dilarung ke laut atas persetujuan keluarga.

Sementara pada screenshoot artikel kedua soal pengakuan keluaga ABK Indonesia yang tidak tahu jenazah ABK kapal China dilarung ke laut.Related Post

“Jika kedua berita ini benar, kesimpulannya: Mengizinkan tidak harus mengetahui,” cuit Sujiwo Tedjo.

Ia kemudian berseloroh tentang makna mengizinkan dan mengetahui.

“Kalau aku mengizinkan kamu memutuskan aku, aku kan nggak harus tahu saat kamu bilang “Lo-gue end” … betul?” lanjut Tedjo nyeleneh.

Menanggapi cuitan nyeleneh tersebut, netizen pun makin bingung dibuatnya. Ruwet.. Ruwet… Ruwet,” celetuk warganet.

Ada juga netizen yang menduga kontradiksi pengakuan Menlu dan keluarga ABK seolah memunculkan kecurigaan baru masyarakat.

“Apa asal rakyat adem dulu.. masalah sudah dan tidaknya izin dari keluarganya. Urusan Gimana Besok..” timpal netizen yang lain. Demikian seperti dikutip Fajar.co.id.(*/fjr)