by

Survei Median : Gubernur Anies Basedan Juara dalam Penanganan Corona

Hallo.id, Jakarta – Median telah mengeluarkan survei mengenai kepala daerah yang dianggap paling baik dalam menangani wabah Corona di Indonesia.

Berdasarkan hasil survei tersebut, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan berada diposisi pertama dengan presentase 24,1%.

Perolehan tersebut mengungguli beberapa kepala daerah lainnya, seperti Ganjar Pranowo, Ridwan Kamil, hingga Tri Rismaharini.

“Publik memang mempersepsi Anies Baswedan sementara ini sebagai yang paling kuat karena publik melihat Anies Baswedan yang paling cepat tanggap dan pertama kali berinisiatif mengambil langkah PSBB,” kata Direktur Median, Rico Marbun, saat dimintai penjelasan, Minggu (26/4/2020).

Mengapa Anies lebih unggul dari kepala daerah lainnya? Sedangkan mereka juga sama-sama menangani masalah serupa di daerah masing-masing.

“Kita perlu ingat bahwa data ini adalah data persepsi atas kinerja. Jadi, faktor kinerja tidak berdiri sendiri. Ada juga faktor ekspansi informasi atas kinerja,” kata Rico.

Sebab, Jakarta juga mulai memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sejak 10 April 2020 lalu.

Penerapan ini juga dilakukan oleh kepala daerah lainnya, seperti Gubernur Papua Lukas Enembe, namun ia member nama ‘Pembatasan Sosial yang Diperluas’ sejak 26 Maret 2020.

Begitupun dengan informasi yang dilakukan Anies jauh lebih banyak, jika dibandingkan dengan informasi mengenai kepala daerah lain.

Terlebih, informasi tersebut tersebar luas, baik di media massa pun media sosial. Dengan demikian, kinerja seorang kepala daerah tidak menjadi satu-satunya faktor dalam ranking survei ini.

“Distribusi info kerja Anies yang massif melalui media massa dan media sosial, ini yang menurut saya memberi faktor kontribusi yang sangat besar, dan lebih besar ketimbang kepala daerah lain seperti Risma atau Ganjar Pranowo,” kata Rico.

Adapun metode survei yang telah dilakukan oleh Median, adalah berupa penelitian yang melibatkan sedikitnya 20.658 nomor telepon responden yang dipilih secara acak, dari survey Median sebelumnya yang dilakukan pada September 2018-Februari 2020. (lmu)