by

Tangani Kasus Jiwasraya, Kejaksaan Didorong Lebih Maksimal

-Hukum-24 views

Hallo.id, Jakarta – Kinerja dan totalitas Korps Adhyaksa dalam penanganan kasus yang berkaitan dengan tindak pidana khusus Asuransi Jiwasraya mendapat perhatian positif dari LSM Barisan Monitoring Hukum (BMH).

“Kami mendorong Kejaksaan dan Jaksa Penuntut untuk memberikan hukuman maksimal kepada para tersangka, dengan data-data yang lengkap,” kata Ketua Umum LSM BMH Irianto SH MH kepada Hallo.id, belum lama ini.

Menurut Irianto, pihaknya juga
menaruh perhatian penuh dengan kasus ini,sebab kerugian negara akibat perbuatan para tersangka sangat besar.

Baca : Berita dan Informasi Seputar Skandal Asuransi Jiwasraya

“Kami mendorong agar oknum di dalam maupun di luar BUMN yang bertindak koruptif baik unsur jabatan maupun penyalahgunaan kewenangan dapat dihukum seberat-beratnya,” katanya.

Apalagi bagi mereka yang berada di link BUMN mestinya diganjar hukuman maksimal 20 tahun penjara, harta dan asetnya dibekukan dan dirampas untuk negara.

“Jika perlu mereka diberi gelar tambahan sebagai “penghianat bangsa” pada KTP dan identitasnya. Inj adalah bentuk hukuman moral dan sosial” ujar Irianto.

Seperti diketahui, Kejaksaan Agung kembali melakukan pemeriksaan terhadap 25 orang saksi yang terkait dengan perkara tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Pemeriksaan ini berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor Print-33/F.2/Fd.1 /12/2019 tanggal 27 Desember 2019 dan pemeriksaan saksi perkara dengan Tersangka Korporasi dan oknum pejabat OJK.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Hari Setiyono menyampaikan, 25 orang saksi ini diperiksa dalam kapasitasnya baik sebagai pengurus, karyawan perusahaan Manager Investasi serta karyawan PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) maupun selaku pejabat atau pegawai Otoritas Jasa Keuangan.

Keterangannya dianggap perlu untuk mengungkap sejauh mana peran para saksi dalam menjalankan perusahaannya dan kaitannya dengan jual beli saham dari pengelolaan keuangan dan dana investasi Jiwasraya yang terjadi di Bursa Efek Indonesia,” kata Hari, dalam keterangan pers, Selasa (28/7/2020). (*/gus)