by

Terbukti Terima Suap, Mantan Dirut Garuda Dihukum 8 Tahun Penjara

-Hukum-48 views

Hallo.id, Jakarta – Terbukti menerima suap, Emirsyah Satar dihukum 8 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider 3 bulan kurungan. Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat memvonis mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk itu, terbukti menerima suap pengadaan pesawat dan mesin dari Airbus dan Rolls-Royce, serta tindak pidana pencucian uang (TPPU).

“Pidana penjara selama 8 tahun dan denda Rp1 miliar subsidair kurungan selama 3 bulan,” demikian petikan putusan pengadilan, yang diperoleh wartawan dari Pelaksana Tugas Juru Bicara Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi, Ali Fikri, melalui pesan tertulis, Jumat (8/5/2020).

Majelis Hakim juga menghukum Satar membayar uang pengganti SGD2.117.3 15,27 selambat-lambatnya satu bulan setelah putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap. Jika dalam waktu tersebut terdakwa tidak membayar uang pengganti, harta benda disita oleh Jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti. Dalam hal terpidana tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti maka dipidana selama 2 tahun.

Dalam Putusan Nomor: 121/Pid.Sus-TPK/2019/PN.Jkt.Pst tanggal 8 Mei 2020 ini, Satar dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 12 huruf b Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 65 ayat (1) ke-1 KUHP sebagaimana dakwaan alternatif kesatu-pertama.

Emirsyah Satar juga terbukti bersalah melakukan TPPU sebagaimana Pasal 3 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 65 Ayat (1) ke-1 KUHP dalam dakwaan kedua.

Atas putusan tersebut, baik Satar maupun Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menyatakan pikir-pikir.

Vonis ini lebih ringan daripada tuntutan JPU yang menghukum Satar dengan pidana 12 tahun penjara dan denda Rp10 miliar subsider 8 bulan kurungan.

Dalam menjatuhkan hukuman, Hakim mengungkapkan hal-hal yang memberatkan terdakwa, perbuatan terdakwa Emirsyah Satar bertentangan dengan program pemerintah yang sedang gencar-gencarnya memberantas korupsi. “Terdakwa melakukan tindakan yang mencurangi perusahaan di mana banyak karyawan menggantungkan kehidupan kepada perusahaan tersebut.”

Yang meringankan, Satar dinilai sopan selama persidangan, belum pernah dihukum, dan menyesali perbuatan. Lainnya menurut hakim, terdakwa telah membawa PT Garuda ke jenjang yang diakui dunia sebagai perusahaan penerbangan yang bergengsi. (emi)