by

Terburu-buru dan Terkesan Sembrono, Wacana Relaksasi Belum Diperlukan

Hallo.id, Jakarta – Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) Netty Prasetiyani mengkritik wacana Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD yang akan melakukan relaksasi atau pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang ditetapkan Pemerintah saat ini.

“Relaksasi PSBB yang diwacanakan oleh Pemerintah ini menurut saya terburu-buru dan terkesan sembrono, mengingat kasus Covid-19 secara nasional belum ada penurunan. Per 5 Mei masih ada lebih dari 12 ribu kasus positif, ” kata Netty melalui siaran pers yang diterima Parlementaria, Rabu (6/5/2020).

Menurut Netty, saat ini yang diperlukan adalah penerapan PSBB secara nasional, bukannya pelonggaran. Apalagi dalam beberapa waktu terakhir, PSBB di beberapa wilayah memiliki dampak pada penurunan kasus Covid-19. “Lihat kasus di Jakarta, setelah PSBB ada penurunan sejak awal bulan Mei lalu. Tapi lihat secara nasional, kasus Covid-19 terus meningkat, hari ini saja sudah mencapai 12 ribu lebih kasus terkonfirmasi positif,” katanya.

Oleh karena itu, Netty meminta agar relaksasi PSBB dikaji secara matang dan mendalam. Menurutnya, jangan sampai karena alasan sulit keluar, kesehatan dan keselamatan masyarakat banyak dipertaruhkan. “Dengarkan  pertimbangan dari kepala daerah karena mereka  yang paling mengerti kondisi lapangan di wilayah masing-masing. Bukankah saat penerapan PSBB juga berangkat dari usulan daerah,” katanya

Sebagai penutup Netty mengajak masyarakat untuk tetap mematuhi aturan PSBB, menjaga kesehatan dan memanfaatkan waktu diam di rumah dengan kegiatan yang baik. “Jadikan momentum di rumah untuk lebih mendekatkan diri pada keluarga, membangun hubungan yang lebih harmonis dengan kegiatan belajar dan beribadah bersama di Ramadhan ini. Insya Allah kita tidak akan stres,” tutupnya. (par)