by

Ya Ampun Bos, Mengapa Ekspor UMKM Cuma 14,5 Persen?

Hallo.id, Jakarta – Menkop dan UKM Teten Masduki mengatakan meski memberikan kontribusi pada PDB (Produk Domestik Bruto) sebesar 60 persen, namun sumbangan UMKM terhadap ekspor baru mencapai 14,5 persen atau lebih rendah dibanding UMKM di Thailand, Vietnam maupun Korea.

”Tapi kita optimis kalau problem UMKM dibenahi, kontribusi UMKM pada ekspor bisa ditingkatkan dalam 5 tahun ke depan. Tapi yg paling utama adalah UMKM harus menguasai market dalam negeri dulu “kata Menkop dan UKM Teten Masduki dalam seminar bertema ‘Peran UMKM dalam Mendorong Akselerasi Peningkatan Ekspor dan Mendorong Pasar Dalam Negeri untuk Indonesia Maju’ di sela Raker Kemendag di Jakarta, Kamis (5/3/2020).

Menteri Teten memaparkan, survei OECD 2018 menunjukkan daya saing terkait kualitas dan standard produk Indonesia masih di peringkat 4 untuk kawasan Asia Tenggara. “Hal itu menunjukkan UMKM kita harus terus berbenah untuk bisa meningkatkan daya saingnya. Yang akan kita fokuskan untuk meningkatkan ekspor adalah perusahaan menengah, bagaimana mereka bisa beralih dari teknologi sederhana menjadi teknologi maju sehingga bisa mendapatkan sertifikasi kelas dunia,” jelas Teten.

Pembangunan UMKM kata Menteri Teten, akan diarahkan pada sentra-sentra produksi sehingga bisa dilakukan penataan dan pembinaan dalam satu tempat. Juga akan ada sharing factory atau rumah produksi bersama, yang akan menjawab masalah perbaikan standard produk. “Contohnya, di industri kayu, karena tak punya alat modern, maka mutu kayu yang dihasilkan menjadi kurang bagus,” lanjut Teten.

”Sebenarnya sudah ada model rumah produksi bersama untuk sentra industri makanan, yaitu di Payakumbuh Sumbar, yang bahkan sudah mampu mengekspor bumbu rendang ke Arab Saudi untuk jamaah haji asal Indonesia. Dengan sharing factory ini, juga menjawab masalah perijinan dan legalitas dari BPOM maupun MUI,” terang Teten. (fin)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.